Teori Total Quality Manajemen menurut Deming, Juran dan Crosby
Pandangan Deming
Deming
(1986) menyatakan bahwa implementasi konsep mutu dalam sebuah organisasi
memerlukan perubahan dalam filosofi yang ada di sekitar manajemen.
menurut definisi Deming tersebut, sudah di jelaskan bahwa konsep mutu dalam sebuah organisasi, atau dalam suatu perusahaan di butuhkan perubahan atau perbaikan secara berulang-ulang. dari teorinya itu dia ingin menganjurkan agar suatu badan usaha harus mendesign metode produksi serta produk yang mereka miliki mempunyai kualitas yang tinggi dan sesuai dengan keinginan pelanggan, karena banyak perusahaan yang hanya membuat suatu produk berdasarkan keinginan dari perusahaan atau manajemen itu sendiri tanpa melihat apa sebenarnya yang pelanggan inginkan. konsep ini pun yang ajarkan deming ajarkan kepada jepang saat jepang mengalami kehancuran saat itu.
Bagaimana Deming bisa melakukan suatu perubahan yang sangat pesat pada jepang sendiri saat itu. ada beberapa pemikiran yang di lakukan oleh Deming untuk meningkatkan mutu dan produktivitas suatu peruhaan atau badan usaha :
- Ciptakan sebuah usaha peningkatan produksi dan jasa
- Adopsi falsafah baru
- Hindari ketergantungan pada inspeksi masaa untuj mencapai mutu
- akhiri praktek menghargai bisnis dengan harga
- tingkatkan secara konstan sistem produksi dan jasa
- lembagakan pelatihan kerja
- lembagakan kepemimpinan
- hilangkan rasa takut
- uraikan kendala -kendala antar departemen
- hapuskan sloga, desakan dan target, serta tingkatkan produktivitas tanpa menambah beban kerja.
- hapuskan standard kerja yang menggunakan quota numerik
- Hilangkan kendala - kendala yang merampas kebanggaan karyawan atas keahliannya
- Lembagakan aneka program pendidikan yang meningkatkan semangat dan peningkatan kualitas kerja.
- Tempatkan setiap orang dalam tim kerja agar dapat melakukan transformasi
Pandangan Crosby
Menurut Crosby, kemutlakan bagi kualitas adalah:
1) Kualitas harus disesuaian sebagai kesesuaian terhadap kebutuhan-kebutuhan, bukan sebagai kebaikan, juga bukan keistimewaan,
2) Sistem untuk menghasilkan kualitas adalah pencegahan bukan penilaian,
3) Standar kerja harus tanpa cacat, bukan “cukup mendekati tanpa cacat”,
4) Pengukuran kualitas merupakan harga ketidaksesuaian, bukan pedoman.
Karena, menurut tokoh yang sangat terkemuka dengan gagasan kualitas ini, bahwa manajemen adalah penyebab setidak-tidaknya 80 % masalah-masalah kualitas di dalam organisasi. Karena itu, satu-satunya jalan memperbaikinya adalah melalui kepemimpinan manajemen.
Karena, menurut tokoh yang sangat terkemuka dengan gagasan kualitas ini, bahwa manajemen adalah penyebab setidak-tidaknya 80 % masalah-masalah kualitas di dalam organisasi. Karena itu, satu-satunya jalan memperbaikinya adalah melalui kepemimpinan manajemen.
Crosby memberikan “vaksin kualitas” (Quality vaccine), yaitu:
1) Tujuan: manajemen merupakan satu-satunya alat yang akan mengubah citra organisasi,
2) Pendidikan:
membantu semua komponen organisasi mengembangkan satu pengertian umum
tentang kualitas dan memahami peran mereka masing-masing di dalam proses
perbaikan kualitas,
3) Penerapan: membimbing dan mengarahkan program perbaikan.
Pandangan Joseph M. Juran.
Adapun karakteristik Total Quality Manajement (TQM) menurut Joseph M. Juran:
1) Kualitas menjadi bagian dari setiap agenda managemen
2) Sasaran kualitas dimasukkan dalam rencana bisnis.
3) Jangkauan sasaran diturunkan dari benchmarking:
fokus adalah pada pelanggan dan pada kesesuaian kompetisi.
fokus adalah pada pelanggan dan pada kesesuaian kompetisi.
4) Sasaran disebarkan ke tingkat yang mengambil tindakan.
5) Pelatihan dilaksanakan pada semua tingkat.
6) Pengukuran ditetapkan seluruhnya.
7) Manajer teratur meninjau kembali kemajuan dibandingkan dengan sasaran.
8) Penghargaan diberikan untuk performansi terbaik.
9) Sistem imbalan (reward system) diperbaiki
Trilogi Kualitas (The Quality Trilogy)
Trilogi Kualitas (The Quality Trilogy)
1) Perencanaan Kualitas (quality planning)
Quality
planning, suatu proses yang mengidentifikasi pelanggan dan proses yang
akan menyampaikan produk dan jasa dengan karakteristik yang tepat dan
kemudian mentransfer pengetahuan ini ke seluruh kaki tangan perusahaan
guna memuaskan pelanggan.
· memenuhi kebutuhan pelanggan/konsumen
· tentukan market segment (segmen pasar) produk
· mengembangkan karakteristik produk sesuai dengan Permintaan konsumen
· mengembangkan proses yang mendukung tercapainya karakteristik produk
2) Pengendalian Kualitas (quality control)
Quality
control, suatu proses dimana produk benar-benar diperiksa dan
dievaluasi, dibandingkan dengan kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan para
pelanggan. Persoalan yang telah diketahui kemudian dipecahkan, misalnya
mesin-mesin rusak segera diperbaiki.
· mengevaluasi performa produk
· membandingkan antara performa aktual dan target
· melakukan tindakan jika terdapat perbedaan/penyimpangan
3) Perbaikanan Kualitas (quality improvement)
Quality
improvement, suatu proses dimana mekanisme yang sudah mapan
dipertahankan sehingga mutu dapat dicapai berkelanjutan. Hal ini
meliputi alokasi sumber-sumber, menugaskan orang-orang untuk
menyelesaikan proyek mutu, melatih para karyawan yang terlibat dalam
proyek mutu dan pada umumnya menetapkan suatu struktur permanen untuk
mengejar mutu dan mempertahankan apa yang telah dicapai sebelumnya.
· mengidentifikasi proyek perbaikan (improvement)
· membangun infrastruktur yang memadai
· membentuk tim
· melakukan pelatihan-pelatihan yang relevan
· diagnosa sebab-akibat (bisa memakai diagram Fishbone-Ishikawa)
· cara penanggulangan masalah
Sumber :
http://the-arinugraha-centre.blogspot.com/2011/10/pandangan-deming-crosby-dan-juran-dalam.html
http://riasangjamin.wordpress.com/2013/04/03/teori-manajemen-kualitas-menurut-deming-juran-dan-crosby/
papoy papoy papoy :p
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus